Wangxian

Wangxian

Kamis, 01 September 2011

A Kuroshitsuji FanFic


Pair : Alan Humphries / Eric Slingby
Desclaimer : all the character is belong to Yana Toboso and KuroMyu II

-Alan’s Apartement 07.11 pm-

Alan memakai kemeja putihnya. Mengancingkan kancingnya satu per satu pelan-pelan. Pagi ini ia bangun dari tidur tapi rasa letihnya sejak kemarin sama sekali tak hilang. Sudahlah, pikirnya. Hari ini ia berencana untuk tidak terlalu memaksakan diri, mengingat sepertinya rekan-rekannya terlihat mengkhawatirkannya, mereka sudah tahu dan mulai memperlakukannya berbeda. Ia akan mencoba berusaha sebisa yang mampu ia lakukan saja, setidaknya ia tidak akan membuat orang lain menjadi repot karena harus mengurusi dia. Tidak lagi.
Harga dirinya sebenarnya sudah cukup terluka karena ia seperti membiarkan orang lain memperlakukannya berbeda. Tapi kini ia sadar betul setelah serangan kemarin. Kemampuannya memang terbatas. Sungguh malu ia mengakuinya, ia tidak akan bisa memjadi seperti Shinigami yang diidamkannya bagaimanapun dia berusaha, dia tidak akan bisa menjadi Shinigami seperti Eric-senpai yang sangat ia hormati. Ia mendambakan bisa menjadi Shinigami teladan seperti Eric-senpai. Ia ingin menjadi senior yang bisa diandalkan seperti patnernya itu, tapi Alan sangat sadar. Bahwa sepertinya impiannya yang satu itu tidak akan pernah terwujud, setelah ia terkena Shi no Toge, sang ‘Duri Kematian’.
Berhentilah mengeluh Alan, sekarangpun masih ada yang bisa kau lakukan dengan sekuat tenaga, ujarnya pada diri sendiri. Bekerja di Shinigami Dispatch Society adalah mimpinya sejak dulu. Dia ingin sebisa mungkin berguna telah menjadi Shinigami disana. Agar orang-orang disana senang melihat hasil kerjanya. Dan ia bisa merasakan sedikit arti keberadaan dari dirinya di tempat yang ia rasa paling cocok denganya dan membuatnya nyaman, di Shinigami Dispatch Society  ini. Alan senang bisa menjadi bagian disana.
Ia akan lebih mengandalkan diri sendiri lagi untuk melakukan tugasnya sebagai Shinigami. Ia tidak akan meminta bantuan rekannya lagi, ia tidak ingin merepotkan rekan-rekannya karena kesalahan yang ia buat lagi. Ia tidak ingin membuat orang mengasihaninya, ia tidak ingin membuat orang harus membantunya dan ia tidak ingin selalu harus merepotkan orang lain. Khususnya selalu merepotkan seniornya Eric-san. Ia sudah terlalu banyak berhutang pada seniornya itu. Alan ingat ia selalu dibantu bahkan sejak ia masih junior baru. Terlebih lagi saat ia sadar ada yang tidak beres pada tubuhnya, Eric-sempai selalu mejadi sokongan bagi Alan. Seakan dirinya adalah tanggung jawab Eric-senpai, ia merasa seharusnya ia cukup sadar diri untuk tidak menyusahkan seniornya lebih dari ini.
‘Shi no Toge : Thorns of Death’, penyakit yang mengutuknya.  Setiap kali serangannya datang tubuhnya menjadi begitu lemah tak berdaya. Dadanya luar biasa sakit. Seorang Shinigami yang dijanjikan hidup abadi sepertinya malah terkena kutukan itu. Ia ingin menyalahkan Tuhan, tapi sangat tahu bahwa ini sudah takdirnya. Ia sudah cukup mengeluhkan segalanya sekarang. Tingal ia lebih berusaha lagi maka semua akan bisa teratasi, semua akan baik-baik saja, itu yang dipikirkannya. Ya. Dan setidaknya ia tidak akan membuat orang lain tidak bisa melakukan tugasnya sendiri karena harus memenolongnya lagi. Tidak akan.

-the Headquater 09.40 pm-

“Alan-senpai mada konai no?” Ronald Knox bertanya mengapa Alan belum datang.
“Ee? Mada konai no kai?’ Eric segera membalas, dengan melihat kesekeliling mengapa Alan belum datang. Sudah telat hampir sejam dari waktu mereka semua seharusnya berkumpul pagi ini di Headquater office.
“Alan-senpai bukankah tidak pernah telat? Biasanya dia yang paling rajin bukan, selain William-san tentu saja.”
“Benar,” jawab Eric. Ia jadi merasa sedikit khawatir, apa Alan baik-baik saja? Dia mau tidak mau jadi memikirkan yang tidak-tidak.
“Alan Humphries belum datang?” tanya atasan mereka William T. Spears. “Baiklah, mengingat keadaannya kemarin, hari ini anggap saja dia sedang libur. Baik, ini daftar jiwa yang harus kita ambil hari ini. Masing-masing silahkan diterima dan dicek lagi sebelum kalian turun ke dunia manusia,” ujarnya. “Eric Slingby, sepertinya hari ini kau harus bekerja sendirian, ada cukup banyak jiwa yang harus kau kumpulkan hari ini jadi kuharap kau bisa menyelesaikannya dengan baik”, ujar Wiliam sambil menekan kacamatanya ke dalam hidung.
“Baik.” Eric mengiyakan. Tapi Eric jadi berpikir kalau saja Alan mendengar ia diliburkan hatinya bisa terluka. Tapi Tuan Spears sebenarnya cukup baik, ia membiarkannya membantu tugas lapangan Alan selama ini.

(bersambung...)

1 komentar: