Infancy
nakigao to hohoemi to boku wo yobugoe to
oboeteirukai?Infancy (masa kecil) Kau memanggilku dengan wajah menagis dan tersenyummu. Apa kau ingat?
Kimi wo tsurete aruku yoru no hanabi
toki ni naite komarasete
nidan[BEDDO] shita no kimi ni
nemukunaru made katari kaketa Saat
menemanimu bejalan di malam kembang api, aku kebingungan membuatmu
menangis. Dari bawah ranjang tingkat dua, aku bercerita sampai
membuatmu mengantuk.
Arekara dorekurai toki ga tatta no darou
imamade ienakatta dakedo
shiroi yousei konya sunao ni iitai yo
"kirei ni natta ne, Sister..." Sejak
itu sudah berapa lama waktu berlalu? Sampai sekarang pun tak terucapkan
olehku, tetapi. Peri putih, malam ini ingin kusampaikan dengan tulus,
“Kau semakin cantik, Sister”
Adolescent
haru wo omou otomegokoro senaka awase
surechigau futatsu no shisen Adolescent (masa remaja) Hati gadis yang memikirkan musim semi saling memunggungi, dua tatapan berselisih jalan.
Mukashi no you ni yasashiku dekizu ni
terete soppo mukiatte
demo tokidoki boku wa furikaeri kimi no
ushiro sugata wo miteitaTak
bisa dalam kelembutan seperti dulu, malu-malu lalu memalingkan
pandangan saat kita saling berhadapan. Tetapi terkadang aku melihat,
bayangan dirimu dari belakang datang kembali.
Arekara dorekurai toki ga tatta no darou
konya wa hana ni kakomarete
nemuru yousei koe ni narazu ni tsubuyaita
"kirei ni natte ne, Sister..." Sejak
itu sudah berapa lama waktu berlalu? Malam ini kugumamkan padamu dalam
kebisuan, peri yang tertidur dikelilingi oleh bunga. “Kini semakin
cantik, Sister.”
Danpenteki ni mabuta ni ukabu iro azayaka na kimi no egao
kioku no naka de itsudatte aeru kara kanashimanai yoPada
kelopak mataku terbayang sepenggal senyummu yang cerah. Karena dalam
ingatanku kita bisa bertemu setiap waktu, aku tak akan bersedih.
Terekakushi de imamade ienakatta [KOTOBA] wa
"kawaikunatta ne, itsunomanika..."
kimi no shiroi [UEDINGU DORESU]
itsuka yume de miseteDengan
menyembunyikan rasa maluku, kata-kata yang tak sempat terucap sampai
kini itu, “Kamu pasti jadi gadis manis, itu terlihat…” Wedding dress
warna putihmu, suatu saat tunjukkanlah padaku dalam mimpi.
Mahiru no [SHINDERERA] kimi no toki wa tomatta
korekara boku dake ga toshi wo kasaneteiku no darou
demo kimi wa boku ni totte eien ni mittsu chigai no Sister...Seperti
Cinderella yang kehilangan waktunya, waktumu telah terhenti. Mulai
kini, hanya waktuku saja kah yang kan terus berulang? Tetapi kau bagiku
dalam keabadian yang tak tergantikan Sister.
Arekara dorekurai toki ga tatta no darou
imamade ienakatta kedo
shiroi yousei konya sunao ni iitai yo
"kirei ni natta ne, Sister..."Sejak
itu sudah berapa lama waktu berlalu? Sampai sekarang pun tak terucapkan
olehku, tetapi. Peri putih, malam ini ingin kusampaikan dengan tulus,
“Kau semakin cantik, Sister”
Wangxian
Selasa, 28 September 2010
Jumat, 30 Juli 2010
Kamis, 04 Februari 2010
Rabu, 16 Desember 2009
Minggu, 11 Oktober 2009
Penyebab dan cara mengatasi Insomnia
Ketika
malam tiba, Dimana suasana sepi senyap orang lain sudah tidur anda
masih belum dapat tertidur. Anda berusaha untuk memajamkan mata anda ,
tetapi pikiran anda melayang kemana-mana sehingga anda tidak dapat
tidur. Sehingga ketika pagi tiba, bukannya segar yang terasa malah
lemas, tidak enak badan dan pusing.
Bagaimana dengan anda, pernahkah anda Insomnia?
Insomnia
dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mengalami
kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata rata
setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan
ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia.
Penyebab Insomnia
Insomnia
ini bisa disebabkan menyerang semua golongan usia. Meskipun demikian,
angka kejadian insomnia akan meningkat seiring dengan bertambahnya
usia. Hal ini mungkin disebabkan oleh stress yang sering menghinggapi
orang yang berusia lebih tua. Disamping itu, perempuan dikatakan lebih
sering menderita insomnia bila dibandingkan laki laki.
Selain
karena masalah stress, insomnia juga bisa terjadi karena ada masalah
pada makanan Anda. Hal lain yang bisa menyebabkan insomnia adalah
suasana kamar yang tidak mendukung, cemas, hingga konsumsi kafein yang
berlebih.
Cara mengatasi insomnia
1. Olahraga teratur
Berolah
raga teratur. Beberapa penelitian menyebutkan berolah raga yang teratur
dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga
sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang
tidur. Dengan berolah raga, kesehatan anda menjadi lebih optimal
sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.
2. Kurangi konsumsi kaffein
Minimalisasikan
asupan kafein seperti teh atau kopi. Bila Anda ingin mengkonsumsinya,
lakukanlah di pagi hari, atau paling lambat 4 jam sebelum tidur di
malam hari. Kafein yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur
hanya akan menghambat datangnya rasa kantuk.
3. Perhatikan waktu makan
Anda
mesti memperhatikan waktu makan, beri waktu minimal dua jam sebelum
tidur setelah menyantap makanan terakhir makan malam. Jarak makan yang
terlalu dekat dengan waktu tidur justru akan meningkatkan metabolisme
dan suhu tubuh, sehingga membuat tidur semakin sulit. Dengan cara ini,
Anda juga dapat menjaga berat badan, mengingat tidur setelah makan
besar akan banyak menyimpan lemak.
Jika
benar-benar kelaparan, pilihlah cemilan seperti sereal gandum yang
dicampur susu, tofu, bubur gandum, atau roti yang ditaburi wijen.
Namun, tetap saja berikan jarak minimal satu jam sebelum tidur karena
tryptophan juga membutuhkan waktu untuk merangsang otak.
4. Makanlah makanan berkarbohidrat menjelang tidur
Untuk
bisa tidur dengan nyenyak, tubuh Anda membutuhkan trytophan atau yang
sering disebut zat penidur. Trytophan, yang merupakan jenis asam lemak,
berfungsi menghasilkan serotonin yang dapat mengendurkan syaraf pada
pusat otak. Saat otak sudah rileks, Anda akan lebih mudah tertidur
dengan kualitas yang baik.
Trytophan
banyak terdapat pada makanan berkabohidrat ringan. Kue muffin, biskuit,
atau buah bisa dijadikan solusi. Namun jangan terlalu kenyang,
pencernaan Anda akan terbebani karena harus bekerja keras mencerna,
sehingga istirahat Anda tidak dapat maksimal.
5. Lakukan aktivitas yang membuat Anda nyaman untuk tidur
Anda
bisa memulainya dengan menuangkan minyak aromaterapi pada diffuser,
mandi air hangat, menyetel lagu favorit atau melapisi tempat tidur
dengan selimut yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal hal
yang menimbulan suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur
anda. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat
membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian
larut.
6. Tempat tidur hanya untuk tidur
Bila
Anda ingin membaca atau menonton tv sebaiknya lakukan di tempat lain
sehingga saat Anda pergi ke tempat tidur, 'alarm' di tubuh Anda segera
mengingatkan bahwa ini adalah waktu untuk tidur. Hal ini akan membantu
tubuh anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat anda
berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.
7. Jernihkan pikiran
Jernihkan
pikiran anda. Enyahkan segala kekhawatiran yang menghinggapi pikiran
anda. Salah satu cara untuk ini adalah menuliskan semua pikiran anda
lewat media blog.
8. Tidur dan bangunlah dalam periode yang teratur
Tidur
dan bangunlah dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur
yang kacau akan mengacaukan waktu tidur anda selanjutnya.
Jika tips-tips ini tidak mampu juga memberikan hasil yang positif bagi Anda, segeralah hubungi dokter.
Cognitive Behavioral Therapy: Cara Atasi Insomnia
Insomnia secara umum ditandai dengan
susah tidur, susah untuk tetap tidur atau susah tidur nyenyak. Seperti
banyak penderita insomnia lainnya, Anda mungkin ingin berpaling ke obat
tidur. Akan tetapi, penelitian dan studi mengenai tidur menunjukkan
bahwa sikap Anda sendiri seringkali menjadi penyebab insomnia. Mengubah
sikap-sikap tersebut bisa membuat Anda tidur nyenyak.
Terapi berikut bisa membantu Anda mengubah pikiran dan kebiasaan negatif Anda.
Cognitive behavioral therapy (CBT) dikenal sebagai pengobatan alternatif insomnia yang efektif untuk menggantikan obat tidur, bahkan bagi orang yang menderita masalah insomnia kronis.
CBT merupakan pengobatan sederhana dan hanya perlu waktu yang singkat. CBT sudah lama digunakan untuk menangani berbagai kondisi, termasuk depresi, serangan panik, kecemasan, kelainan pola makan.
Studi-studi telah menunjukkan bahwa faktor fisik dan kebiasaan memegang peran penting dalam menyebabkan terjadinya insomnia dan CBT efektif dalam mengatasi insomnia. CBT bermanfaat hampir bagi setiap orang, termasuk orangtua yang telah menggunakan obat-obat tidur selama bertahun-tahun, orang-orang dengan masalah fisik seperti sindrom kaki yang kurang istirahat, dan mereka yang masih mengalami insomnia awal, atau telah mengalami tidak cukup istirahat sepanjang hidup.
Cara Kerja Cognitive behavioral
CBT membantu Anda mengubah pikiran-pikiran dan tindakan yang mengganggu kemampuan Anda untuk tidur nyenyak. Pendekatan ini berdasarkan ide bahwa cara Anda berpikir (kognitif) dan bertindak (behavior) mempengaruhi perasaan Anda.
Bagian kognitif CBT mengajarkan Anda mengenali dan mengubah keyakinan-keyakinan yang salah yang mempengaruhi kemampuan tidur Anda. Sebagai contoh, Anda mungkin meyakini bahwa tidur 8 jam setiap malam merupakan kewajiban agar manfaat tidur terasa. Pada kenyataannya, 7 jam tidur mungkin sudah cukup bagi Anda. CBT juga meluruskan kesalahpahaman mengenai jumlah waktu yang sebenarnya Anda habiskan untuk tidur. Penderita insomnia seringkali tidur lebih banyak dari yang mereka sadari.
Bagian tindakan (behavior) CBT membantu Anda memprogram kembali bagian otak Anda yang mengatur siklus tidur-bangun. Terapi ini mengatasi tindakan tertentu yang disebut para ahli dengan istilah "sleep hygiene", yang mempengaruhi tidur Anda secara negatif. Tingkah laku ini bisa karena melakukan olahraga atau minum minuman berkafein tepat sebelum waktu tidur.
Pengobatan dengan terapi ini biasanya dilakukan selama 4-8 sesi dengann waktu 30 menit per sesinya dengan bantuan ahli terapi. Pendekatan ini efektif untuk berbagai tingkat kesulitan dan biasanya terdiri dari satu atau lebih elem berikut:
1. Kontrol kognitif dan psikoterapi. Jenis terapi ini membantu mengontrol atau mengeliminasi pikiran-pikiran negatif dan kecemasan yang membuat Anda tetap terjaga. Selain itu juga mengeliminasi keyakinan yang salah dan mengkhawatirkan mengenai tidur, seperti ide bahwa satu malam tanpa istirahat akan membuat Anda sakit.
2. Pembatasan tidur (Sleep restriction).Pendekatan ini mencoba menyesuaikan waktu yang biasanya Anda habiskan di tempat tidur dengan lama tidur yang sebenarnya Anda perlukan. Mengurangi jumlah waktu di tempat tidur yang biasanya Anda lakukan tanpa tidur akan meningkatkan keinginan Anda untuk tidur.
3. Tetap pasif saat terbangun. Ini disebut intensi paradok, meliputi tindakan menghindari usaha untuk tidur kembali, dengan tujuan mengeliminasi kecemasan yang Anda rasakan saat ingin tertidur kembali dengan mudah.
4. Kontrol stimulus. Metode ini membantu menghapuskan isyarat negatif yang Anda bawa ke lingkungan tempat tidur dan menempatkan respon positif dengan tidur. Contoh, Anda mungkin hanya akan tertarik untuk menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan berhubungan intim dengan pasangan.
5. Sleep hygiene. Metode terapi ini mengoreksi kebiasaan dasar gaya hidup sehari-hari yang mempengaruhi tidur, seperti merokok atau minum terlalu banyak kopi atau alkohol pada malam hari atau tidak melakukan olahraga secara teratur. Selain itu, ada juga tips yang akan membuat tidur Anda lebih nyenyak, seperti berendam di air hangat 1 atau 2 jam sebelum waktu tidur.
6. Latihan relaksasi. Metode ini membantu Anda rileks dan mengurangi atau mengeliminasi hal-hal yang mengganggu tidur dengan meditasi, hipnotis dan relaksasi otot.
7. Biofeedback. Metode ini mengukur tanda-tanda psikologi tertentu, seperti ketegangan otot dan frekuensi gelombang otak, dengan tujuan membantu Anda mengontrolnya. Cara yang paling efektif adalah dengan mengkombinasikan sejumlah metode ini. Mengingat CBT, berbeda dengan obat tidur, memerlukan praktek yang teratur bahkan beberapa pendekatan bisa membuat Anda tidak bisa tidur pada saat baru pertama kali melakukan.
Terapi berikut bisa membantu Anda mengubah pikiran dan kebiasaan negatif Anda.
Cognitive behavioral therapy (CBT) dikenal sebagai pengobatan alternatif insomnia yang efektif untuk menggantikan obat tidur, bahkan bagi orang yang menderita masalah insomnia kronis.
CBT merupakan pengobatan sederhana dan hanya perlu waktu yang singkat. CBT sudah lama digunakan untuk menangani berbagai kondisi, termasuk depresi, serangan panik, kecemasan, kelainan pola makan.
Studi-studi telah menunjukkan bahwa faktor fisik dan kebiasaan memegang peran penting dalam menyebabkan terjadinya insomnia dan CBT efektif dalam mengatasi insomnia. CBT bermanfaat hampir bagi setiap orang, termasuk orangtua yang telah menggunakan obat-obat tidur selama bertahun-tahun, orang-orang dengan masalah fisik seperti sindrom kaki yang kurang istirahat, dan mereka yang masih mengalami insomnia awal, atau telah mengalami tidak cukup istirahat sepanjang hidup.
Cara Kerja Cognitive behavioral
CBT membantu Anda mengubah pikiran-pikiran dan tindakan yang mengganggu kemampuan Anda untuk tidur nyenyak. Pendekatan ini berdasarkan ide bahwa cara Anda berpikir (kognitif) dan bertindak (behavior) mempengaruhi perasaan Anda.
Bagian kognitif CBT mengajarkan Anda mengenali dan mengubah keyakinan-keyakinan yang salah yang mempengaruhi kemampuan tidur Anda. Sebagai contoh, Anda mungkin meyakini bahwa tidur 8 jam setiap malam merupakan kewajiban agar manfaat tidur terasa. Pada kenyataannya, 7 jam tidur mungkin sudah cukup bagi Anda. CBT juga meluruskan kesalahpahaman mengenai jumlah waktu yang sebenarnya Anda habiskan untuk tidur. Penderita insomnia seringkali tidur lebih banyak dari yang mereka sadari.
Bagian tindakan (behavior) CBT membantu Anda memprogram kembali bagian otak Anda yang mengatur siklus tidur-bangun. Terapi ini mengatasi tindakan tertentu yang disebut para ahli dengan istilah "sleep hygiene", yang mempengaruhi tidur Anda secara negatif. Tingkah laku ini bisa karena melakukan olahraga atau minum minuman berkafein tepat sebelum waktu tidur.
Pengobatan dengan terapi ini biasanya dilakukan selama 4-8 sesi dengann waktu 30 menit per sesinya dengan bantuan ahli terapi. Pendekatan ini efektif untuk berbagai tingkat kesulitan dan biasanya terdiri dari satu atau lebih elem berikut:
1. Kontrol kognitif dan psikoterapi. Jenis terapi ini membantu mengontrol atau mengeliminasi pikiran-pikiran negatif dan kecemasan yang membuat Anda tetap terjaga. Selain itu juga mengeliminasi keyakinan yang salah dan mengkhawatirkan mengenai tidur, seperti ide bahwa satu malam tanpa istirahat akan membuat Anda sakit.
2. Pembatasan tidur (Sleep restriction).Pendekatan ini mencoba menyesuaikan waktu yang biasanya Anda habiskan di tempat tidur dengan lama tidur yang sebenarnya Anda perlukan. Mengurangi jumlah waktu di tempat tidur yang biasanya Anda lakukan tanpa tidur akan meningkatkan keinginan Anda untuk tidur.
3. Tetap pasif saat terbangun. Ini disebut intensi paradok, meliputi tindakan menghindari usaha untuk tidur kembali, dengan tujuan mengeliminasi kecemasan yang Anda rasakan saat ingin tertidur kembali dengan mudah.
4. Kontrol stimulus. Metode ini membantu menghapuskan isyarat negatif yang Anda bawa ke lingkungan tempat tidur dan menempatkan respon positif dengan tidur. Contoh, Anda mungkin hanya akan tertarik untuk menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan berhubungan intim dengan pasangan.
5. Sleep hygiene. Metode terapi ini mengoreksi kebiasaan dasar gaya hidup sehari-hari yang mempengaruhi tidur, seperti merokok atau minum terlalu banyak kopi atau alkohol pada malam hari atau tidak melakukan olahraga secara teratur. Selain itu, ada juga tips yang akan membuat tidur Anda lebih nyenyak, seperti berendam di air hangat 1 atau 2 jam sebelum waktu tidur.
6. Latihan relaksasi. Metode ini membantu Anda rileks dan mengurangi atau mengeliminasi hal-hal yang mengganggu tidur dengan meditasi, hipnotis dan relaksasi otot.
7. Biofeedback. Metode ini mengukur tanda-tanda psikologi tertentu, seperti ketegangan otot dan frekuensi gelombang otak, dengan tujuan membantu Anda mengontrolnya. Cara yang paling efektif adalah dengan mengkombinasikan sejumlah metode ini. Mengingat CBT, berbeda dengan obat tidur, memerlukan praktek yang teratur bahkan beberapa pendekatan bisa membuat Anda tidak bisa tidur pada saat baru pertama kali melakukan.
Senin, 14 September 2009
Gaya Pacaran Masa Kini
Pertanyaan Terselesaikan
Gaya Pacaran Masa Kini...?
Apa
kalian anak2 muda antara umur 17-28 setuju dengan gaya pacaran masa
kini yang lebih mementingkan nafsu di bandingkan perasaan sayang nya
sendiri terhadap pasangan nya? dan satu lagi yang ingin saya
tanyakan,apa menurut anda ciuman bibir itu wajar dalam hubungan
pacaran? Terima kasih.
Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
klo
dibilang setuju si gak ya masak setuju ama hal yang gak baik cuman klo
buat aku pribadi tergantung pribadi yang menjalaninya....contoh aku
sendiri emang gak munafik sering ciuman bibir yah kadang2 memang pake
nafsu tapi kami menjaga cinta kami dengan baik sudah hampir 6 tahun dan
tahu depan kami mau nikah.
ya contohnya kayak gitu klo mendukung perbuatan yang gak baik pasti gak tai keadaan gak bisa kita pungkiri untuk mendapatkan hal yang baik dalam hidup kita. mngkin seandainya sampai 6 tahun ini aku gak mau du cium bibir ma pacar yah walau dalam cinta atau nafsu mungkin cinta kami gak akan bertahan sampai selama ini. mungkin aku udah ditinggalin dulu ma pacar aku dan dibilang cewek munafik atau mungkin cowok manapun gak ada yang bakal mau.
jaman sekarang keadaan yang memaksa bukan etika yang yang jalan. jaman sekarang mencari laki2 yang bener2 mencintai kita dari sikap dan sifat tanpa mengasi dia sesuatu yang lebih rasanya agak sulit dan itu tidak bisa di pungkiri oleh cewek manapun. aku udah smpat survey dari temen2 kampus yang punya pacar semua bilang pernah ciuman bahkan sampai ML. jadi saya bisa bilang apa?
jamannya udah edan sekarang. klo kita bersikukuh untuk mempertahankan tradisi kayak dulu yang pingitan mungkin kita para cewek2 jadi perawan tua kali...yah mudah2an bisa menjadi bahan pertimbangan anda
ya contohnya kayak gitu klo mendukung perbuatan yang gak baik pasti gak tai keadaan gak bisa kita pungkiri untuk mendapatkan hal yang baik dalam hidup kita. mngkin seandainya sampai 6 tahun ini aku gak mau du cium bibir ma pacar yah walau dalam cinta atau nafsu mungkin cinta kami gak akan bertahan sampai selama ini. mungkin aku udah ditinggalin dulu ma pacar aku dan dibilang cewek munafik atau mungkin cowok manapun gak ada yang bakal mau.
jaman sekarang keadaan yang memaksa bukan etika yang yang jalan. jaman sekarang mencari laki2 yang bener2 mencintai kita dari sikap dan sifat tanpa mengasi dia sesuatu yang lebih rasanya agak sulit dan itu tidak bisa di pungkiri oleh cewek manapun. aku udah smpat survey dari temen2 kampus yang punya pacar semua bilang pernah ciuman bahkan sampai ML. jadi saya bisa bilang apa?
jamannya udah edan sekarang. klo kita bersikukuh untuk mempertahankan tradisi kayak dulu yang pingitan mungkin kita para cewek2 jadi perawan tua kali...yah mudah2an bisa menjadi bahan pertimbangan anda
*http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081214162105AAQLmPO
Ketika Anda ditanya, 'sudah
punya pacar?'. Dengan bangga Anda menjawab, 'sudah'. Namu bagaimana
bila jawaban Anda 'belum', apa yang Anda rasakan? Rasa malu biasanya
akan menghantui. Benarkah fenomena pacaran adalah suatu kebutuhan?
Jomblo-wan dan jomblo-wati acap kali di buat mati kutu oleh citra yang ditampilkan media. Tengoklah kisah-kisah di televisi, majalah, novel, bahkan syair lagu, hampir semua bercerita tentang kisah kasih orang pacaran.
Sejurus dengan itu, media massa kian membangun budaya masa dalam masyarakat. Jean Baudrillard, strukturalis asal Perancis mengungkapkan dalam bukunya Ecstacy of Communication (1987), bahwa berkat makna, informasi dan transparasi, masyarakat telah melewati ambang batas menuju 'ecstacy permanent'; the ecstacy of social (the masses), the body (obesity), sex (obcenity), violence (terror), and information (simulation).
Menurut Erich Fromn, dalam bukunya The Art of Loving, ada empat ciri cinta, yaitu tahu, tanggung jawab, peduli dan respek. Cinta itu kekuatan, kemandirian, integritas diri yang dapat berdiri sendiri dan menanggung kesunyian. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh yang kita cintai (Frankl).
Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak. Maka tak heran jika banyak ditemukan wanita-wanita muda hamil diluar nikah, atau istilah kerennya hilang keperawanan dan keperjakaannya.
Mengapa perilaku pacaran menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat? Sebuah pertanyaan yang setiap orang punya jawaban masing-masing tentunya. Masa remaja memang memiliki tugas perkembangan untuk berafiliasi dengan lawan jenis. Namun pergeseran budaya masa telah mempengaruhi tugas itu, sehingga yang terjadi adalah masa remaja diartikan menjadi kebutuhan mencari pacar. Pacaran tidak lagi dianggap sebagai jembatan menuju jenjang pernikahan tetapi sebagai ajang rekreasi anak muda. Derasnya gejolak remaja telah menggusur moralitas dan menyebabkan pacaran menjadi gaya hidup yang penuh kebebasan dan keintiman.
Renungkan ungkapan Erich Fromm berikut ini, ' Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan '. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.
Menurut
Erich Fromn, dalam bukunya The Art of Loving, ada empat ciri cinta,
yaitu tahu, tanggung jawab, peduli dan respek. Cinta itu kekuatan,
kemandirian, integritas diri yang dapat berdiri sendiri dan menanggung
kesunyian. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat
mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh yang kita cintai (Frankl).
Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak. Maka tak heran jika banyak ditemukan wanita-wanita muda hamil diluar nikah, atau istilah kerennya hilang keperawanan dan keperjakaannya.
Mengapa perilaku pacaran menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat? Sebuah pertanyaan yang setiap orang punya jawaban masing-masing tentunya. Masa remaja memang memiliki tugas perkembangan untuk berafiliasi dengan lawan jenis. Namun pergeseran budaya masa telah mempengaruhi tugas itu, sehingga yang terjadi adalah masa remaja diartikan menjadi kebutuhan mencari pacar. Pacaran tidak lagi dianggap sebagai jembatan menuju jenjang pernikahan tetapi sebagai ajang rekreasi anak muda. Derasnya gejolak remaja telah menggusur moralitas dan menyebabkan pacaran menjadi gaya hidup yang penuh kebebasan dan keintiman.
Renungkan ungkapan Erich Fromm berikut ini, ' Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan '. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.
Jomblo-wan dan jomblo-wati acap kali di buat mati kutu oleh citra yang ditampilkan media. Tengoklah kisah-kisah di televisi, majalah, novel, bahkan syair lagu, hampir semua bercerita tentang kisah kasih orang pacaran.
Sejurus dengan itu, media massa kian membangun budaya masa dalam masyarakat. Jean Baudrillard, strukturalis asal Perancis mengungkapkan dalam bukunya Ecstacy of Communication (1987), bahwa berkat makna, informasi dan transparasi, masyarakat telah melewati ambang batas menuju 'ecstacy permanent'; the ecstacy of social (the masses), the body (obesity), sex (obcenity), violence (terror), and information (simulation).
Pacaran
telah menjadi komoditas kehidupan industrialis. Seperti dikatakan oleh
Ardian A. Waskito, mahasiswa Psikologi UNDIP Semarang, yang dimuat
dalam Majalah Psikologi Volume II, No 11, 'Cinta tidak lagi dipandang
sebagai buah kematangan jiwa seseorang, tapi cinta hanyalah nama lain
dari nafsu yang menggelora. Sehingga gaya pacaran semakin melenceng
dari norma. Menjomblo bukan berarti kehampaan rasa cinta dalam diri,
namun justru kemenangan pencarian makna cinta dalam diri sendiri'.
Menurut Erich Fromn, dalam bukunya The Art of Loving, ada empat ciri cinta, yaitu tahu, tanggung jawab, peduli dan respek. Cinta itu kekuatan, kemandirian, integritas diri yang dapat berdiri sendiri dan menanggung kesunyian. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh yang kita cintai (Frankl).
Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak. Maka tak heran jika banyak ditemukan wanita-wanita muda hamil diluar nikah, atau istilah kerennya hilang keperawanan dan keperjakaannya.
Mengapa perilaku pacaran menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat? Sebuah pertanyaan yang setiap orang punya jawaban masing-masing tentunya. Masa remaja memang memiliki tugas perkembangan untuk berafiliasi dengan lawan jenis. Namun pergeseran budaya masa telah mempengaruhi tugas itu, sehingga yang terjadi adalah masa remaja diartikan menjadi kebutuhan mencari pacar. Pacaran tidak lagi dianggap sebagai jembatan menuju jenjang pernikahan tetapi sebagai ajang rekreasi anak muda. Derasnya gejolak remaja telah menggusur moralitas dan menyebabkan pacaran menjadi gaya hidup yang penuh kebebasan dan keintiman.
Renungkan ungkapan Erich Fromm berikut ini, ' Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan '. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.
Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak. Maka tak heran jika banyak ditemukan wanita-wanita muda hamil diluar nikah, atau istilah kerennya hilang keperawanan dan keperjakaannya.
Mengapa perilaku pacaran menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat? Sebuah pertanyaan yang setiap orang punya jawaban masing-masing tentunya. Masa remaja memang memiliki tugas perkembangan untuk berafiliasi dengan lawan jenis. Namun pergeseran budaya masa telah mempengaruhi tugas itu, sehingga yang terjadi adalah masa remaja diartikan menjadi kebutuhan mencari pacar. Pacaran tidak lagi dianggap sebagai jembatan menuju jenjang pernikahan tetapi sebagai ajang rekreasi anak muda. Derasnya gejolak remaja telah menggusur moralitas dan menyebabkan pacaran menjadi gaya hidup yang penuh kebebasan dan keintiman.
Renungkan ungkapan Erich Fromm berikut ini, ' Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan '. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.
Dulunya ini blog bagus..
setelah ku pikir2. sudah lama deh aq gak mainan blog lagi.
sayang ya. padahal aq suka. yah munggkin gara2 kesibukan di dunia nyata.
yah mari kita lakukan sesuatu yang berguna. ^^
sayang ya. padahal aq suka. yah munggkin gara2 kesibukan di dunia nyata.
yah mari kita lakukan sesuatu yang berguna. ^^
Langganan:
Postingan (Atom)

