Wangxian

Wangxian

Selasa, 05 Januari 2016

Lelah

Kelelahan akibat dambaan terhadap waktu luang 😭

Hahaha lemas deh

Selasa, 22 Desember 2015

Orang tuaku, keluargaku

Kadang aku tidak tau mengapa mereka suka sekali menyakitiku.
😭😭😭😭

Ya Allah aku tidak ridho tiap bulan dikejar-kejar, diharapkan mengirimi mereka uang padahal mereka tidak pernah tau apa yang aku hadapi disini 😠
kalian itu benar keluarga?

Ya Allah..... tolong aku....

Senin, 02 November 2015

Kering

Hati ini kering, seperti tanah tandus.

Sesekali gerimis datang, hanya sesekali,
semenjak waktu itu, waktu seakan terhenti.
Aku kini tak berteman (itu pikirku sejak berpisah dari mereka agustus lalu).

Tapi, bukankah teman kau sendiri yang memilih (?)
Sayangnya aku hanya tak punya keberanian untuk menyapa mereka,
aku malu sekali.
Seakan waktuku berhenti, supaya aku tidak memikirkan mereka.

Sejak itu aku mencari pengalihku

Sayang sekali, dulu jauh2 lebih menyenangkan.

Semua memang ada saatnya, tapi sudahkah terlambat?
😂

Aku sedih mereka tak memahamiku, walaupun aku percaya. Rasanya seperti dikhianati

Senin, 05 Oktober 2015

Allah, berikanlah rumah terindah untuk memelihara hatiku.

Ya Allah....

Dalam hati aku tahu jawabannya.

Semua ini merupakan jalan dari Mu, bagian dari perjalananku yang harus kutempuh.
Aku harus melihat lebih dalam. Lebih kedepan.
Melihat pula ke sekelilingku.

Ilmunya hanya ikhlas....
Hanya ikhlas akan jalanmu dan berjuang sepenuh tenaga,

semoga Kau hadiahkan rumah terindah bagi kami. Amin

Rabu, 30 September 2015

Menjelang Oktober 2015, sebuah malam :)

Dear Diary (petama kali nyebut blog ini diary), akhir-akhir ini aku mengalami kegundahan panjang.
Entah alasannya mengapa, apakah karena putus dengan mas Kukuh, entah kenapa kesedihan dan kepedihanku tak mampu dipahami oleh keluargaku, entah karena tekanan pekerjaan, entah karena kehilangan teman-teman berharga, entah karena aku hanya ingin terus lari dari kenyataan dan tanggung jawab ini, atau entah karena aku hanya tidak mengenal diriku dan tidak puas akan kehidupanku karena itu aku terus berkeluh-kesah.

Aku ingin terbang, menggapai apa yang aku inginkan, tapi aku yang sekarang seperti tak memahami apa yang aku inginkan, masa depan seperti apa yang hendak aku raih...
aku akan lupa akn diriku,
seakan aku kehilangan sesuatu yang sangat penting namun aku tidak tahu telah kehilangan apa, atau bahkan aku seperti telah kehilangan segalanya....

Aku ingin menangis, jutaan tetes air mata telah kucurahkan dan berjuta kali pula aku menyuarakan teriakkanku... namun tidak ada yang menoleh padaku.
aku tahu setiap orang punya kehidupan mereka masing-masing... tak ada satu apapun di dunia ini yang tercipta hanya untuk kita
tak ada.... bahwa tak ada hak istimewa akan sesuatu
bahwa semua ekual
bahwa semua rasa sakit bisa dirasakan siapapun

aku harus menerimanya
menerima bahwa orang tuaku adalah mereka
rumahku adalah disana
dan ragaku berada disini, tepat disini
dan jantungku berdetak

aku harus berterima kasih pada Tuhan yang memberikanku kehidupan
bahwa sebegini beratnya kehidupan, merupakan jalan yang sudah dituliskan jauh sebelum aku lahir,
dan aku lahir dengan menerima semua jalan yang telah digariskanNya.

Mungkin aku harus sedikit menggunakan selain emosi, perasaan positif dan negatif harus kuterima bersamaan.

Bahwa, dunia ini sebegini luas dan aku hanya aku yang kecil, yang diharuskan tunduk kepadaNya, menerima kebesaranNya.

Allah...

Tolonglah aku, aku percaya Kau tak akan meninggalkan hambaMu yang lemah.

aku tak ingin menangis untuk hal yang tak berguna lagi,
tak ingin meratapi ketidak-kuasaanku. ketidakmampuan keluargaku, ketidak-pekaan orang-orang di sekelilingku.

Allah hanya padaMu lah hamba memohon pertolongan.

Rabu, 26 Agustus 2015

Aku ingin selalu tersenyum

Dear Friends,

Aku selalu merasakan kalau aku sendirian,
Sejak dahulu aku memang susah mendapatkan teman.

Aku selalu berjuang agar orang lain menyukaiku.

Tapi berat sekali untuk berada disini,
seberapa aku berusaha sepertinya pasti dianggap sebelah mata.
Aku memang benci kalah, aku punya harga diri, tapi aku berusaha mungkin selalu merendah, aku tidak ingin jadi orang yang besar kepala. Tapi sepertinya orang seperti aku sangat susah hidup disini tanpa diolok-olok, dipersalahkan, disakiti,... aku selalu berpikir bahwa aku adalah kuat, aku sudah melewati hal yang lebih berat dari menghadapi kalian yang setiap hari mencercaku.

Aku lelah, aku tidak ingin hatiku terus disakiti...

Kenapa perlakuan kalian begitu berbeda?

Kalian mungkin memang tak pernah merasa bahwa aku adalah manusia yang sama seperti kalian.
Kalian mungkin tak pernah berpikir bagaimana berlaku baik kepada orang lain.

Hatiku sakit, dengan perilaku kalian yang tidak terang-terangan namun menusuk,

Aku lelah

Aku ingin selalu tersenyum sebenarnya,
Aku ingin selalu bisa tersenyum.
Bagaimana caranya?

Rabu, 29 Juli 2015

Bablasen

Ternyata memang kebanyakan beli, ya Allah tolonglah aku, kutahu Rezeki darimu tak akan habis